Rabu, 17 Agustus 2011

iya

Cast : A (male)
I (female)
U (male)

_______________________________________________________________

I Point of View
Hai namaku I.
Saat ini aku dan teman-teman sekolahku sedang berada di pantai. Teman-teman seangkatanku mengadakan acara perpisahan dan tempat tujuannya adalah pantai. Aku memperhatikan teman-teman ku yang sedang berenang. kenapa aku tidak ikut berenang? Tidak, bukan karna aku tidak bisa berenang. Tapi aku takut laut. Tepatnya pada sesuatu yang berada di laut. Segitiga bermuda. Kau tau kan segitiga bermuda? Tidak tau? Kalau tidak tau kau bisa cari tau di google, jangan minta aku menjelaskannya karna aku juga tidak begitu tau hehe. Yang aku tau kalau kita sudah masuk ke dalamnya kita akan menghilang dan tidak akan ditemukan lagi. Menurutku segitiga bermuda itu adalah pintu masuk yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia lain. Dunia tempat tinggal para alien atau dunia para roh halus. Ya semacam itulah. Adakan yang seperti itu? Seperti yang di Doraemon ituloh, ada dunia burung, hewan, bahkan dunia makhluk kecil yang aku tidak tau apa.

Aku melihat berkeliling. Wah itu U. Kau tau? aku sudah lama menyukainya. Dari aku kelas 1 dan sekarang aku kelas 3. Sudah lama ya? Aku juga tidak tau mengapa aku bisa memendam perasaan ini begitu lama. Biar kuceritakan sedikit tentang U.
Dia teman seangkatanku. Kelasnya bersebelahan dengan kelasku (Eh tidak bersebelahan juga sih karna di antara kelasku dan kelasnya dipisahkan oleh tangga). Dia baik, cakep (menurutku), tinggi, dan badannya besar. Bukan maksudku dia bukan gendut, tapi bagaimana ya mendeskripsikannya ah pokoknya dia tidak kurus kerempeng seperti seseorang yg menurut temanku mirip dengan eunhyuk super junior ._. (abaikan).
Tapi sayangnya aku ini tidak tinggi, badanku juga kecil. kalau aku berada di sebelah U, akan terlihat perbedaan yg sangat mencolok (?) *peace ya*.
Tapi tidak apa-apakan? Iya tidak apa-apa. Cinta kan tidak melihat fisik. Iya kan? Iya sajalah.

Aku kembali melihat U. Loh ternyata dia sekarang sudah tidak lagi sendiri. Dia sedang mengobrol bersama teman-temannya. Dan kamu tau? Teman-temannya itu perempuan semua! Ah bikin kesal saja. Dia tidak tau apa kalau aku jealous?
Sudahlah dari pada aku kesal sendiri lebih baik aku jalan-jalan saja.

Tidak lama aku berjalan-jalan aku menemukan sebuah lapangan. Lapangan ini sepi. Disini tidak ada bunga, hanya ada rumput yg menjulang tidak beraturan, dan pohon yang sudah kering dan rontok daunnya. Aku berhenti disana dan duduk di bangku kayu panjang yg sudah reyot.
Aduh aku mengantuk. Tiba-tiba aku melihat seekor kupu-kupu, eh atau itu capung ya? Bentuknya seperti capung tapi berwarna pink. Aku bingung, aku baru pertama kali melihat capung berwarna pink. Ah aku tangkap ah. Nanti akan kuperlihatkan kepada temanku yg suka pink.
Aku mendekati capung itu pelan-pelan ketika aku hampir saja menangkapnya eh capung itu malah terbang dan hinggap di pohon lain. Aku tidak menyerah. Kalau dipikir-pikir mungkin saja capung ini hewan langka kan? Aku saja baru pertama kali melihat capung seperti ini. Bisa saja nanti kalau aku bawa pulang dan aku perlihatkan kepada orang-orang. Ada yg mau membelinya dengan harga mahal dan aku bisa kaya.
Aku terus mengikuti capung itu. Duh aku baru sadar aku capek. Loh dimana aku? Sepertinya aku tidak sadar kalau aku sudah berjalan jauh dari lapangan tadi. Ini sepertinya hutan. Aduh bagaimana ini? Apa aku hilang? Apa teman-temanku sadar ya? Apa U akan panik dan mencariku? Tiba-tiba aku melihat capung itu lagi, ia sedang hinggap di sebuah pohon. Akupun kembali berusaha menangkap capung itu. Sebentar lagiiii... Dan "AAAAAAAAAAAA..."

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar